Obat mempunyai bentuk yang berbeda-beda. Berikut ini macam-macam
Sediaan Um dan juga pertanyaan yang menyangkut Sediaan Umum tersebut.
Macam-macam Sedian Umum:
1. Serbuk
a. Pulveres
b. Pulvis
2. Kapsul
3. Tablet,dibagi menjadi:
a. Tablet Kempa
b. Tablet cetak
c. Tablet komprose ganda
d. Tablet triturat
e. Tablet hipodermik
f. Tabet sublingual
g. Tablet kunyah
h. Dll.
4. Pil
5. Salep
6. Emulsi
7. Ekstrak
8. Obat tetes
9. Imunoserum
10. Implan
11. Infus
12. Inhalasi
13. Injeksi
14. Irigasi
15. Plester
16. Larutan
17. Supositoria
5w 1H menyangkut Sediaan Obat:
1. Apa itu Sipositoria?
-
Suppositoria adalah obat solid (padat) berbentuk peluru yang dirancang
untuk dimasukkan ke dalam anus/rektum (suppositoria rektal), vagina
(suppositoria vagina) atau uretra (suppositoria uretra). Suppositoria
umumnya terbuat dari minyak sayuran solid yang mengandung obat.
Suppositoria rektal akan hancur atau larut dalam suhu tubuh, dan akan
menyebar secara bertahap ke lapisan usus rendah (rektum), dimana disana
ia akan diserap oleh aliran darah. (Pembahasan kali ini khusus untuk
suppositoria rektal).
2. Kenapa bentuk obat kapsul gel,tablet cepat larut dan tablet berlapis berbeda?
- a. Kapsul gel
Bentuk
obat ini biasanya soft serta mengandung gelatin pada bagian kapsul yang
berfungsi menahan cairan, bentuk obat ini bisa diserap lebih cepat
dibandingkan dengan pil biasa. Kapsul gel bagus digunakan untuk orang
yang mengalami kesulitan menelan obat, meskipun kadang bentuknya lebih
besar karena harus menyesuaikan agar formulasinya tetap sama.
b. Tablet cepat larut
Tablet
ini biasanya ditempatkan di bawah lidah lalu larut dan bahan yang
terkandung di dalamnya akan memasuki aliran darah melalui selaput lendir
di mulut. Obat ini berguna pada orang yang membutuhkan bantuan cepat
karena penyerapannya lebih cepat dibandingkan dengan bentuk-bentuk lain.
Tapi tidak banyak perusahaan yang bisa memproduksi obat ini karena
sulit membuat rasanya tetap oke.
c. Tablet berlapis (coated tablets)
Lapisan
halus pada tablet ini memudahkan seseorang dalam mengonsumsinya karena
licin sehingga lebih mudah ditelan dan juga bisa menunda penyerapan. Dr
Giardina mencontohkan aspirin yang dilapisi enteric membuatnya larut di
dalam usus kecil dibanding lambung yang bisa menyebabkan iritasi.
3. Bagaimana cara menggunakan Inhaler?
- 1. Duduk tegak atau berdiri dengan dagu terangkat.
2. Buka tutup inhaler dan kocok inhaler dengan teratur.
3.
Jika baru pertama kali menggunakan inhaler selama seminggu atau lebih,
maka untuk penggunaan pertama sebelum digunakan, semprotkan inhaler ke
udara untuk mengecek apakah inhaler berfungsi dengan baik.
4.
Tarik nafas dalam-dalam dan buang perlahan. Lalu letakkan bagian mulut
inhaler pada mulut (diantara gigi atas dan bawah), kemudian tutup mulut
dengan merapatkan bibir (jangan digigit).
5. Mulai dengan bernapas
perlahan dan dalam melalui mulut inhaler, sambil bernapas secara
berbarengan tekan bagian tombol inhaler untuk melepaskan obatnya.
6. Satu kali tekan merupakan satu kali semprotan obat.
7. Lanjutkan untuk bernapas dalam untuk memastikan obat dapat mencapai paru-paru.
8. Tahan napas selama kurang lebih 10 detik (atau selama kondisi senyaman yang terasa) lalu buang napas perlahan.
9. Jika membutuhkan semprotan berikutnya, tunggu sampai 30 detik, dan kocok kembali inhaler, ulangi langkah 4 sampai 7.
10. Tutup kembali mulut inhaler dan simpan inhaler di tempat yang kering.
11. Setelah selesai, berkumur-kumur, dan catat dosis yang sudah terpakai.
4. Bagaimana cara memasang infus (menurut SPO)
- 1.Persiapan pasien
Pasien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan
2. Persiapan alat
a. Standar infus
b.Cairan infus dan infus set sesuai kebutuhan
c.Jarum / wings needle/abocath sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan
d. Perlak dan tourniquet
e.Plester dan gunting
f. Bengkok
g. Sarung tangan bersih
h. Kassa seteril
i. Kapas alkohol dalam tempatnya
j. Bethadine dalam tempatnya
3. Pelaksanaannya
1.Mencuci tangan
2.Memberitahu tindakan yang akan dilakukan
3.Mengisi selang infus
4.Membuka plastic infus set dengan benar
5.Tetap melindungi ujung selang steril
6.Menggantungkan infus set dengan cairan infus dengan posisi cairan infus mengarah keatas
7.Menggantung cairan infus di standar cairan infus
8.Mengisi cairan infus set dengan cara menekan (tapi jangan sampai terendam)
9.Mengisi selang infus dengan cairan yang benar
10.Menutup ujung selang dan tutup dengan mempertahankan kesterilan
11.Cek adanya udara dalam selang
12.Pakai sarung tangan bila perlu
13.Memilih posisi yang tepat untuk memasang infus
14.Meletakkan perlak dan pengalas
15.Memilih vena yang tepat dan benar
16.Memasang tourniquet
17.Deninfeksi vena dengan alcohol dari atas kebawah dengan sekali hapus
18.Buka abocath apakah ada kerusakan atau tidak
19.Menusukan abocath pada vena yang telah dipilih
20.Memperhatikan adanya darah dalam kompartemen darah dalam abocath
21.Tourniquet di cabut
22.Menyambungkan dengan ujung selang yang telah terlebih dahulu
dikeluarkan cairannya sedikit, dan sambil dibiarkan menetes sedikit
23.Memberikan plester pada ujung abocath tapi tidak menyentuh area penusukan untuk fiksasi
24.Membalut dengan kassa betadinsteril dan menutupnya dengan kassa steril kering
25.Memberi plester dengar benar dan mempertahankan keamanan abocath agar tidak tercabut
26.Mengatur cairan tetesan infus sesuai kebutuhan pasien
27. Alat-alat di bereskan dan perhatikan bagaimana respon pasien
28. Perawat kembali cuci tangan
29. Catat tindakan yang dilakukan
5. Apa perbedaan Pulveres dengan Pulvis?
-
Pulvis (serbuk) Merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia
yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian luar. Sedangkan,Pulveres
Merupakan
serbuk yang dibagi bobot yang kurang lebih sama, dibungkus menggunakan
bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum.Contohnya adalah puyer.
6. Apa itu Larutan Oral?
-
Larutan Oral, yaitu sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral,
mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma,
pemanis atau pewarna yang larut dalam air atau campuran kosolven-air.
Larutan oral dapat diformulasikan untuk diberikan langsung secara oral
kepada pasien atau dalam bentuk lebih pekat yang harus diencerkan lebih
dulu sebelum diberikan. Larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula
dalam kadar tinggi, dinyatakan sebagai Sirup.
7. Dimana biasa injeksi subkutan disuntikkan (dibagian mana)?
-
disuntikkan ke lapisan lemak yang berada tepat di bawah kulit (berbeda
dengan injeksi intravena, yang disuntikkan langsung ke dalam aliran
darah). Karena pelepasan obat ke sistem tubuh berlangsung lebih lambat
dan bertahap dengan injeksi subkutan daripada dengan injeksi intravena,
injeksi subkutan sering kali digunakan untuk menyuntikkan berbagai
vaksin maupun obat (contohnya, pada kasus diabetes tipe I, insulin
sering kali disuntikkan dengan injeksi jenis ini). Resep untuk obat yang
diberikan melalui injeksi subkutan biasanya disertai dengan instruksi
mendetail tentang cara yang benar untuk melakukan injeksi tersebut.
sumber:
http://www.medkes.com/2014/10/pengertian-suppositoria-dan-cara-menggunakannya.html?m=1
https://apotekerbercerita.wordpress.com/2011/06/17/cara-menggunakan-inhaler-untuk-asma/
http://m.kompasiana.com/tiarafebriani/cara-pemasangan-infus-sesuai-dengan-spo-standar-prosedur-operasional-ditulis-oleh-tiara-febriani_54f953d0a333112c048b4cbe
http://diarikesehatan.blogspot.co.id/2012/12/macam-macam-obat-dan-tujuan.html?m=
http://larutanku.blogspot.co.id/2014/11/makalah-sediaan-solutiones.html?m=
http://id.m.wikihow.com/Memberikan-Injeksi-Subkutan
http://m.detik.com/health/read/2011/04/13/16158/1615657/763/bentuk-obat-yang-berbeda-beda-itu-ada-maknanyahttp://m.detik.com/health/read/2011/04/13/16158/1615657/763/bentuk-obat-yang-berbeda-beda-itu-ada-maknanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar