Cara-cara pemberian Obat
Selamat datang diblog saya. Semoga tulisan diblog kami
bermanfaat bagi kalian.
Enjoy....
EFEK DARI PENGGUNAAN OBAT ADA DUA YAITU:
1. EFEK SISTEMIK
a. Oral
b. Oromukosal :
1.
subligual
2.
bukal
c. Injeksi :
1.
subkutan/hipodermal
2. Intramuskular
3. Intravena
4.
Intraarteri
5.
Intrakutan
6.
Intralumbal
7.
Intraperitoneal
8.
Intrakardial
9.
Intrapleural
10.
Intraartikuler
d. implan
e. rektal
f. Trandermal
2. EFEK LOKAL
a. kulit (perkutan)
b. Inhalasi
c. Mukosa mata dan telinga
d. Intravaginal
e. intranasal
Berikut pertanyaan-pertanyaan mengenai cara pemberian obat:
1. kenapa cara penggunaan obat berbeda-beda?
Jawab : Karena setiap obat memiliki
khasiat/manfaat masing-masing
2. apa perbedaan efek
lokal dengan efek sistemik?
Jawab : Efek sistemik merupakan suatu efek yang disebabkan
oleh bahan-bahan kimia toksik yang terhirup kedalam saluran napas kemudian
mempengaruhi pula organ-organ lain dalam tubuh melalui aliran darah,
seperti anestesiaumum. Gas-gas toksik dapat terserap dari berbagai bagian
saluran napastermasuk nasofaring, akan tetapi tempat utama penyerapan bahan
kimiatoksik tersebut adalah alveoli. Sedangkan Efek lokal merupakan suatu efek yang timbul akibat
dari paparan bahankimia toksik pada saluran napas yang secara langsung
mempengaruhikeadaan saluran napas tersebut.
3. kenapa sublingual diletakkan dibawah lidah?
Jawab : Obat sublingual adalah obat
yang cara pemberiannya ditaruh di bawah lidah. Ini berarti bahwa pil diletakkan di bawah lidah di mana ia akan larut dan
diserap ke aliran darah. Orang tersebut tidak boleh minum atau makan apapun
sampai obat itu hilang. Meskipun cara ini jarang dilakukan, namun perawat harus
mampu melakukannya. Dengan cara ini, aksi kerja obat lebih cepat yaitu setelah
hancur di bawah lidah maka obat segera mengalami absorbsi ke dalam pembuluh
darah. Cara ini juga mudah dilakukan dan pasien tidak mengalami kesakitan.
Pasien diberitahu untuk tidak menelan obat karena bila ditelan, obat menjadi
tidak aktif oleh adanya proses kimiawi dengan cairan lambung. Untuk mencegah
obat tidak di telan, maka pasien diberitahu untuk membiarkan obat tetap di
bawah lidah sampai obat menjadi hancur dan terserap. Obat yang sering diberikan
dengan cara ini adalah nitrogliserin yaitu obat vasodilator yang mempunyai efek
vasodilatasi pembuluh darah. Obat ini banyak diberikan pada pada pasien yang
mengalami nyeri dada akibat angina pectoris. Dengan cara sublingual, obat
bereaksi dalam satu menit dan pasien dapat merasakan efeknya dalam waktu tiga
menit Tujuan pemberian obat secara sublingual sendiri
adalah agar efek yang ditimbulkan bisa lebih cepat karena pembuluh darah di
bawah lidah merupakan pusat dari sakit. Dengan cara
ini, aksi kerja obat lebih cepat yaitu setelah hancur di bawah lidah maka obat
segera mengalami absorbsi ke dalam pembuluh darah. Cara ini juga mudah
dilakukan dan pasien tidak mengalami kesakitan. Selain itu, tujuannya untuk
memperoleh efek local dan sistemik, memperoleh aksi kerja obat yang lebih cepat
dibandingkan secara oral dan menghidari kerusakan obat oleh hepar
4. sebutkan
macam-macam jenis suntikan?
Jawab
:
1. SUNTIKAN INTRAVENA (I.V)
Pengertian : Penyuntikan obat
suntikan ke dalam pembuluh darah vena.
Lokasi :
Pada vena-vena anggota gerak.
Sudut :
15-30 º
2. SUNTIKAN
INTRACUTAN (I.C)
Pengertian :
Penyuntikan obat ke dalam jaringan kulit
Lokasi :
Pada lengan bawah bagian dalam atau ditempat yang dianggap perlu.
Sudut :
15-20 º
3. SUNTIKAN
INTRAMUSKULAR (I.M)
Pengertian :
Penyuntikan obat ke dalam jaringan otot (nutscolus)
Lokasi : -
Pada otot pangkal lengan.
- Pada otot
paha bagian luar yaitu 1/3 tengah pada sebelah luar
- Pada otot
bokong yang tepat adalah 1/3 bagian dari sina iliaca anterior superior
(S.I.A.S)
Sudut : 90 º
4. SUNTIKAN
SUBCUTAN (S.C)
Pengertian :
Penyuntikan obat di bawah kulit, misal : penyuntikan insulin pada pasien DM.
Lokasi : -
Pada lengan atas sebelah luar.
- Pada pahaa
bagian luar.
- Daerag
dada
Sudut : 45 º
Spuit yang
sesuai dengan jenis injeksi
· Ø Injeksi Intramuskular (IM) : spuit 2-5 ml dengan
ukuran 21-25, panjang jarum 1-2
inci (atau
tergantung pada kebutuhan dan ketebalan otot, jenis obat, dan usia klien).
· Ø Injeksi Intravena (IV) : spuit 2-5 ml dengan ukuran
21-25, panjangf jarum 1-2 inci.
· Ø Injeksi Subkutan (SC) : spuit 2 ml dengan ukuran
25, panjang jarum 5/8 – ½ inci.
· Ø Injeksi Intrakutan (IC) : spuit 1 ml dengan ukuran
25, 26, atau 27, panjang jarum ¼
- 5/8 inci.
1. Pilih
tempat injeksi yang tepat. Inpeksi adanya memar, peradangan, atau
edema di
permukaan kulit tempat injeksi :
· Ø Injeksi Intramuskular (IM) : 1/3 lateral garis sias
coccygis pada panggul, paha atau
pangkal
lengan/deltoid.
· Ø Injeksi Intravena (IV) : pada lengan (vena basilica
dan vena sefalika); pada tungkai
(vena
safena); pada leher (vena jugularis); pada kepala (vena frontalis atau vena
temporalis).
· Ø Injeksi Subkutan (SC) : 1/3 lengan atas bagian
luar; Paha anterior; daerah abdomen;
area scapula
pada punggung atas; daerah ventrogluteal dan dorsogluteal bagian atas.
· Ø Injeksi Intrakutan (IC) : lengan bawah bagian
dalam; dada bagian atas; punggung di
baw
5. bagaimana cara penggunaan Rektal?
JAWAB
:
- Cuci tangan Anda sampai bersih dengan air sabun
- Keluarkan supositoria dari kemasan dan basahi sedikit dengan air bersih
- Bila supositoria terlalu lembek, maka dinginkan lebih dahulu dala leari es selama 30 menit, atau rendam dalam air dingin sebelum membuka kemasan.
- Atur posisi tubuh anak berbaring menyamping dengan kaki bagian bawah diluruskan, sementara kaki bagian atas ditekuk ke arah perut
- Angkat bagian atas dubur untuk menjangkau daerah anus.
- Masukan supositoria, ditekan dan ditahan dengan jari telunjuk sampai betul betul masuk ke bagian otot sfinkter rektum (sekitar 0,5 – 1 inci dari lubang dubur). Jika tidak dimasukan sampai bagian otot sfinkter, supositoria akan terdorong keluar lagi
- dari lubang duburTahan posisi tubuh anak agar tetap berbaring menyamping dengan kedua kaki menutup selama kurang lebih 5 menit untuk menghindari supositoria terdorong keluar.
6. apa saja efek dari Transdermal?
Jawab :
7. kapan jangka waktu
minum obat?
Jawab : Waktu terbaik untuk
minum obat tergantung pada jenis obatnya. Di bawah ini adalah waktu minum obat
berdasarkan golongan penggunaannya.1. Obat diabetes dan penguat jantung
Waktu yang terbaik adalah pukul 4:00 – 5:00 pagi. Tubuh manusia paling sensitif terhadap insulin pada pukul 4-5 pagi, sehingga jika diberikan pada saat itu, efeknya paling baik, walaupun dalam dosis lebih kecil. Efek obat penguat jantung juga lebih tinggi sampai 10-20 kali pada jam tersebut dibandingkan waktu-waktu yang lain. Hal ini karena tubuh manusia juga paling sensitif terhadap digitalis. Ini secara teoritis, mungkin pada prakteknya bisa sedikit bergeser waktunya, misalnya pukul 6 pagi.
2. Obat diuretik (pelancar air seni)
Paling baik digunakan pada pukul 7 pagi. Sangat penting untuk menggunakan obat pelancar seni pada waktu yang tepat karena itu terkait dengan fungsi ginjal dan hemodinamik. Selain itu juga pada umumnya pasien dalam keadaan terjaga, sehingga tidak mengganggu waktu tidur. Obat seperti hidroklortiazid memiliki efek samping yang lebih rendah jika dipakai pada pukul 7 pagi.
3. Penurun tekanan darah (anti hipertensi)
Waktu yang paling baik adalah pada pukul 9-11 pagi. Riset menunjukkan bahwa tekanan darah mencapai angka paling tinggi pada pukul 9-11 pagi, dan paling rendah pada malam hari setelah tidur. Sehingga secara umum, sebaiknya obat antihipertensi diminum pada pagi hari. Perlu hati-hati jika obat anti hipertensi diminum malam hari karena mungkin terjadi penurunan tekanan darah yang berlebihan pada saat tidur.
4. Anti asma
Waktu yang terbaik adalah pada pukul 3-4 sore. Hal ini karena pada saat itu produksi steroid tubuh berkurang, dan mungkin akan menyebabkan serangan asma pada malam hari. Karena itu, jika steroid dihirup sore hari, diharapkan akan mencegah serangan asma pada malamnya.
5. Anti anemia
Waktu yang paling baik adalah pukul 8 malam. Penggunaan obat anemia seperti Fe glukonat atau Fe sulfat, dll memberikan efek 3-4 kali lebih baik pada waktu itu daripada jika diberikan pada siang hari.
6. Obat penurun kolesterol
Waktu yang paling baik adalah pada pukul 7-9 malam, karena memberikan efek lebih baik.
Namun sekali lagi, paparan di atas adalah panduan umum waktu minum obat. Jika sudah ada aturan pakai dari Apotek, maka gunakan sesuai waktu yang dianjurkan. Satu hal lagi yang penting dalam waktu minum obat adalah interval minum obat.
Perhatikan interval waktu minum obat
Selain waktu minum seperti dipaparkan di atas, penting pula memperhatikan interval waktu minum obat. Maksudnya, jika obat diminta untuk diminum 2 kali sehari, maka interval waktu yang tepat adalah 12 jam. Jadi, jika obat diminum jam 7 pagi, waktu minum obat selanjutnya adalah pukul 7 malam, jangan diminum pagi dan siang. Mengapa? Ini terkait dengan ketersediaan obat di dalam tubuh. Tujuan obat diminum dua kali atau tiga kali, atau yang lain, adalah untuk menjaga agar kadar obat dalam tubuh berada dalam kisaran terapi, yaitu kadar obat yang memberikan efek menyembuhkan. Hal ini tergantung pada sifat dan jenis obatnya. Ada obat yang cepat tereliminasi dari tubuh karena memiliki waktu-paro (half life) pendek, ada yang panjang. Obat yang memiliki waktu paro pendek perlu diminum lebih kerap, sedangkan jika waktu paronya panjang bisa diminum dengan interval lebih panjang, misalnya 1 kali sehari. Nah, jika obat yang mestinya diminum 2 kali sehari diminum pagi dan siang (jarak hanya 6 jam), maka mungkin dapat menumpuk kadarnya dalam tubuh yang bisa memberikan efek tidak diinginkan, sementara interval waktu minum berikutnya menjadi terlalu panjang yang memungkinkan kadar obat dalam darah sudah minimal sehingga tidak berefek.
8. dimana penginjeksian dilakukan?
JAWAB
: Permukaan luar lengan atas. Perut,kecuali Pusar atau Pinggang. Pantat
atau bokong Pahasumber:
https://zulliesikawati.wordpress.com/2010/04/03/kapan-waktu-minum-obat-yang-tepat/
http://dokumen.tips/education/macam2-dan-cara-penyuntikan.htmlhttp://dokumen.tips/education/macam2-dan-cara-penyuntikan.html
http://artiasofftiyani.blogspot.co.id/2014/11/makalah-pemberian-obat-secara-sublingual.html
https://www.scribd.com/doc/57993676/Efek-Lokal-Dan-Sistemik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar