Minggu, 09 Oktober 2016

Cara-cara Pemberian Obat



Cara-cara pemberian Obat

Selamat datang diblog saya. Semoga tulisan diblog kami bermanfaat bagi kalian.

Enjoy....


EFEK DARI PENGGUNAAN OBAT ADA DUA YAITU:
1. EFEK SISTEMIK
a. Oral
b. Oromukosal :
                1. subligual
                2. bukal
c. Injeksi :
                1. subkutan/hipodermal
                2. Intramuskular
                3. Intravena
                4. Intraarteri
                5. Intrakutan
                6. Intralumbal
                7. Intraperitoneal
                8. Intrakardial
                9. Intrapleural
                10. Intraartikuler
d. implan
e. rektal
f. Trandermal

2. EFEK LOKAL
a. kulit (perkutan)
b. Inhalasi
c. Mukosa mata dan telinga
d. Intravaginal
e. intranasal

Berikut pertanyaan-pertanyaan mengenai cara pemberian obat:
1. kenapa cara penggunaan obat berbeda-beda?
                   Jawab : Karena setiap obat memiliki khasiat/manfaat masing-masing
2.  apa perbedaan efek lokal dengan efek sistemik?
                  Jawab : Efek sistemik merupakan suatu efek yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia toksik yang terhirup kedalam saluran napas kemudian mempengaruhi pula organ-organ lain dalam tubuh melalui aliran darah, seperti anestesiaumum. Gas-gas toksik dapat terserap dari berbagai bagian saluran napastermasuk nasofaring, akan tetapi tempat utama penyerapan bahan kimiatoksik tersebut adalah alveoli. Sedangkan Efek lokal merupakan suatu efek yang timbul akibat dari paparan bahankimia toksik pada saluran napas yang secara langsung mempengaruhikeadaan saluran napas tersebut.
3. kenapa sublingual diletakkan dibawah lidah?
        Jawab :  Obat sublingual adalah obat yang cara pemberiannya ditaruh di bawah lidah. Ini berarti bahwa pil diletakkan di bawah lidah di mana ia akan larut dan diserap ke aliran darah. Orang tersebut tidak boleh minum atau makan apapun sampai obat itu hilang. Meskipun cara ini jarang dilakukan, namun perawat harus mampu melakukannya. Dengan cara ini, aksi kerja obat lebih cepat yaitu setelah hancur di bawah lidah maka obat segera mengalami absorbsi ke dalam pembuluh darah. Cara ini juga mudah dilakukan dan pasien tidak mengalami kesakitan. Pasien diberitahu untuk tidak menelan obat karena bila ditelan, obat menjadi tidak aktif oleh adanya proses kimiawi dengan cairan lambung. Untuk mencegah obat tidak di telan, maka pasien diberitahu untuk membiarkan obat tetap di bawah lidah sampai obat menjadi hancur dan terserap. Obat yang sering diberikan dengan cara ini adalah nitrogliserin yaitu obat vasodilator yang mempunyai efek vasodilatasi pembuluh darah. Obat ini banyak diberikan pada pada pasien yang mengalami nyeri dada akibat angina pectoris. Dengan cara sublingual, obat bereaksi dalam satu menit dan pasien dapat merasakan efeknya dalam waktu tiga menit Tujuan pemberian obat secara sublingual sendiri adalah agar efek yang ditimbulkan bisa lebih cepat karena pembuluh darah di bawah lidah merupakan pusat dari sakit. Dengan cara ini, aksi kerja obat lebih cepat yaitu setelah hancur di bawah lidah maka obat segera mengalami absorbsi ke dalam pembuluh darah. Cara ini juga mudah dilakukan dan pasien tidak mengalami kesakitan. Selain itu, tujuannya untuk memperoleh efek local dan sistemik, memperoleh aksi kerja obat yang lebih cepat dibandingkan secara oral dan menghidari kerusakan obat oleh hepar
4.  sebutkan macam-macam jenis suntikan?
                                Jawab :
            1. SUNTIKAN INTRAVENA (I.V)
            Pengertian : Penyuntikan obat suntikan ke dalam pembuluh darah vena.
Lokasi : Pada vena-vena anggota gerak.
Sudut : 15-30 º
2. SUNTIKAN INTRACUTAN (I.C)
Pengertian : Penyuntikan obat ke dalam jaringan kulit
Lokasi : Pada lengan bawah bagian dalam atau ditempat yang dianggap perlu.
Sudut : 15-20 º
3. SUNTIKAN INTRAMUSKULAR (I.M)
Pengertian : Penyuntikan obat ke dalam jaringan otot (nutscolus)
Lokasi : - Pada otot pangkal lengan.
- Pada otot paha bagian luar yaitu 1/3 tengah pada sebelah luar
- Pada otot bokong yang tepat adalah 1/3 bagian dari sina iliaca anterior superior (S.I.A.S)
Sudut : 90 º
4. SUNTIKAN SUBCUTAN (S.C)
Pengertian : Penyuntikan obat di bawah kulit, misal : penyuntikan insulin pada pasien DM.
Lokasi : - Pada lengan atas sebelah luar.
- Pada pahaa bagian luar.
- Daerag dada
Sudut : 45 º
Spuit yang sesuai dengan jenis injeksi
· Ø Injeksi Intramuskular (IM) : spuit 2-5 ml dengan ukuran 21-25, panjang jarum 1-2
inci (atau tergantung pada kebutuhan dan ketebalan otot, jenis obat, dan usia klien).
· Ø Injeksi Intravena (IV) : spuit 2-5 ml dengan ukuran 21-25, panjangf jarum 1-2 inci.
· Ø Injeksi Subkutan (SC) : spuit 2 ml dengan ukuran 25, panjang jarum 5/8 – ½ inci.
· Ø Injeksi Intrakutan (IC) : spuit 1 ml dengan ukuran 25, 26, atau 27, panjang jarum ¼
- 5/8 inci.
1. Pilih tempat injeksi yang tepat. Inpeksi adanya memar, peradangan, atau
edema di permukaan kulit tempat injeksi :
· Ø Injeksi Intramuskular (IM) : 1/3 lateral garis sias coccygis pada panggul, paha atau
pangkal lengan/deltoid.
· Ø Injeksi Intravena (IV) : pada lengan (vena basilica dan vena sefalika); pada tungkai
(vena safena); pada leher (vena jugularis); pada kepala (vena frontalis atau vena
temporalis).
· Ø Injeksi Subkutan (SC) : 1/3 lengan atas bagian luar; Paha anterior; daerah abdomen;
area scapula pada punggung atas; daerah ventrogluteal dan dorsogluteal bagian atas.
· Ø Injeksi Intrakutan (IC) : lengan bawah bagian dalam; dada bagian atas; punggung di
baw

5. bagaimana cara penggunaan Rektal?
        JAWAB : 
  1. Cuci tangan Anda sampai bersih dengan air sabun
  2. Keluarkan supositoria dari kemasan dan basahi sedikit dengan air bersih
  3. Bila supositoria terlalu lembek, maka dinginkan lebih dahulu dala leari es selama 30 menit, atau rendam dalam air dingin sebelum membuka kemasan. 
  4. Atur posisi tubuh anak berbaring menyamping dengan kaki bagian bawah diluruskan, sementara kaki bagian atas ditekuk ke arah perut
  5. Angkat bagian atas dubur untuk menjangkau daerah anus.
  6. Masukan supositoria, ditekan dan ditahan dengan jari telunjuk sampai betul betul masuk ke bagian otot sfinkter rektum (sekitar 0,5 – 1 inci dari lubang dubur). Jika tidak dimasukan sampai bagian otot sfinkter, supositoria akan terdorong keluar lagi
  7. dari lubang duburTahan posisi tubuh anak agar tetap berbaring menyamping dengan kedua kaki menutup selama kurang lebih 5 menit untuk menghindari supositoria terdorong keluar.

6. apa saja efek dari Transdermal?
                Jawab :  
7. kapan  jangka waktu minum obat?
            Jawab : Waktu terbaik untuk minum obat tergantung pada jenis obatnya. Di bawah ini adalah waktu minum obat berdasarkan golongan penggunaannya.
1. Obat diabetes dan penguat jantung
Waktu yang terbaik adalah pukul 4:00 – 5:00 pagi.  Tubuh manusia paling sensitif terhadap insulin pada pukul 4-5 pagi, sehingga jika diberikan pada saat itu, efeknya paling baik, walaupun dalam dosis lebih kecil. Efek obat penguat jantung juga lebih tinggi sampai 10-20 kali pada jam tersebut dibandingkan waktu-waktu yang lain. Hal ini karena tubuh manusia juga paling sensitif terhadap digitalis. Ini secara teoritis, mungkin pada prakteknya bisa sedikit bergeser waktunya, misalnya pukul 6 pagi.
2. Obat diuretik (pelancar air seni)
Paling baik digunakan pada pukul 7 pagi. Sangat penting untuk menggunakan obat pelancar seni pada waktu yang tepat karena itu terkait dengan fungsi ginjal dan hemodinamik. Selain itu juga pada umumnya pasien dalam keadaan terjaga, sehingga tidak mengganggu waktu tidur. Obat seperti hidroklortiazid memiliki efek samping yang lebih rendah jika dipakai pada pukul 7 pagi.
3. Penurun tekanan darah (anti hipertensi)
Waktu yang paling baik adalah pada pukul 9-11 pagi. Riset menunjukkan bahwa tekanan darah mencapai angka paling tinggi pada pukul 9-11 pagi, dan paling rendah pada malam hari setelah tidur. Sehingga secara umum, sebaiknya obat antihipertensi diminum pada pagi hari. Perlu hati-hati jika obat anti hipertensi diminum malam hari karena mungkin terjadi penurunan tekanan darah yang berlebihan pada saat tidur.
4. Anti asma
 Waktu yang terbaik adalah pada pukul 3-4 sore. Hal ini karena pada saat itu produksi steroid tubuh berkurang, dan mungkin akan menyebabkan serangan asma pada malam hari. Karena itu, jika steroid dihirup sore hari, diharapkan akan mencegah serangan asma pada malamnya.
5. Anti anemia
Waktu yang paling baik adalah pukul 8 malam. Penggunaan obat anemia seperti Fe glukonat atau Fe sulfat, dll memberikan efek 3-4 kali lebih baik pada waktu itu daripada jika diberikan pada siang hari.
6. Obat penurun kolesterol
Waktu yang paling baik adalah pada pukul 7-9 malam, karena memberikan efek lebih baik.
Namun sekali lagi, paparan di atas adalah panduan umum waktu minum obat. Jika sudah ada aturan pakai dari Apotek, maka gunakan sesuai waktu yang dianjurkan. Satu hal lagi yang penting dalam waktu minum obat adalah interval minum obat.
Perhatikan interval waktu minum obat
Selain waktu minum seperti dipaparkan di atas, penting pula memperhatikan interval waktu minum obat. Maksudnya, jika obat diminta untuk diminum 2 kali sehari, maka interval waktu yang tepat adalah 12 jam. Jadi, jika obat diminum jam 7 pagi, waktu minum obat selanjutnya adalah pukul 7 malam, jangan diminum pagi dan siang. Mengapa? Ini terkait dengan ketersediaan obat di dalam tubuh. Tujuan obat diminum dua kali atau tiga kali, atau yang lain, adalah untuk menjaga agar kadar obat dalam tubuh berada dalam kisaran terapi, yaitu kadar obat yang memberikan efek menyembuhkan. Hal ini tergantung pada sifat dan jenis obatnya. Ada obat yang cepat tereliminasi dari tubuh karena memiliki waktu-paro (half life) pendek, ada yang panjang. Obat yang memiliki waktu paro pendek perlu diminum lebih kerap, sedangkan jika waktu paronya panjang bisa diminum dengan interval lebih panjang, misalnya 1 kali sehari. Nah, jika obat yang mestinya diminum 2 kali sehari diminum pagi dan siang (jarak hanya 6 jam), maka mungkin dapat menumpuk kadarnya dalam tubuh yang bisa memberikan efek tidak diinginkan, sementara interval waktu minum berikutnya menjadi terlalu panjang yang memungkinkan kadar obat dalam darah sudah minimal sehingga tidak berefek.

8. dimana penginjeksian dilakukan?
                JAWAB :  Permukaan luar lengan atas. Perut,kecuali Pusar atau Pinggang. Pantat atau bokong Paha


sumber:
https://zulliesikawati.wordpress.com/2010/04/03/kapan-waktu-minum-obat-yang-tepat/ 

http://dokumen.tips/education/macam2-dan-cara-penyuntikan.htmlhttp://dokumen.tips/education/macam2-dan-cara-penyuntikan.html 

http://artiasofftiyani.blogspot.co.id/2014/11/makalah-pemberian-obat-secara-sublingual.html 

https://www.scribd.com/doc/57993676/Efek-Lokal-Dan-Sistemik 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar